PSP : Teori dan Konsep Dasar Pers

PERS dan Pemerintah

  • Sistem PERS merupakan bagian atau subsistem dari sistem komunikasi. Sedangkan sistem komunikasi itu sendiri merupakan bagian dari suatu sistem sosial (sistem kemasyarakatan)
  • Oleh karena itu untuk mengetahui sistem pers kita tidak bisa lepas dari bentuk sistem sosial dan bentuk pemerintahan negara yang ada, dimana sistem pers itu berada dan berfungsi

Reflective Theory– John C.Merrill

  • Sistem pers merupakan pencerminan sistem politik yg ada di negara yg bersangkutan
  • bahwa sesungguhnya sistem pers merupakan pencerminan realitas hubungan antara pemerintah dan pers
  • Eksistensi sistem pers suatu negara tidak bisa dilepaskan dari sistem politik yg berlaku di negara tersebut

Sejarah Perkembangan PERS

Pada zaman pemerintahan C.Julius (100-44SM) di negara Romawi, dipancangkan beberapa papan tulis putih dilapangan terbuka ditempat rakyat berkumpul. Papan tulis itu disebut Forum Romanum itu berisi pengumuman-pengumuman resmi, laporan ttg hasil sidang-sidang senat dan keputusannya, serta hasil sidang rapat-rapat rakyat à alat propaganda pemerintah Romawi, yang memuat berita-berita mengenai peristiwa-peristiwa yg perlu diketahui oleh rakyat

Teori & Konsep Dasar PERS

Fred S.Siebert, Theodore Paterson, Wilbur Schramm – TEORI KLASIK mengenai hubungan pers dan pemerintah – Four Theories of the Press à melihat tentang bagaimana peranan pemerintah, peranan pers, dan masy menjadi sasaran dari hubungan pemerintah dengan pers tersebut

  • Teori Pers Otoriter (Authoritarian)
  • Teori Pers Liberal (Libertarian)
  • Teori Pers Komunis (Marxist)
  • Teori Tanggung Jawab Sosial

Teori Pers Otoriter

  • Teori otoriter merupakan sistem pers tertua
  • Lahir pada abad ke 15 – 16, pada masa bentuk pemerintahan bersifat otoriter (kerajaan absolut)
  • Pemerintah langsung menguasai dan mengawasi kegiatan media massa à kebebasan pers sangat bergantung pada kekuasaan mutlak seorang raja
  • Asumsi dasar falsafah ttg hubungan antara manusia, masyarakat dan negara
  • Manusia adalah bagian masyarakat. Manusia tdk dpt berdiri sendiri, dia harus hidup bermasyarakat. Kelompok lebih penting drpd individu. Negara adalah pusat segala kegiatan. Individu tdk penting, lebih penting kepentingan negara
  • Tujuannya : mendukung negara dan pemimpinnya
  • Perijinan dan sensor ada pada kekuasaan otokratis dan hukum
  • Tidak dibenarkan mengkritik atau mengancam struktur kekuasaan
  • Dimiliki oleh penguasa, partai dan swasta
  • Tokoh pelopor : Hobbes, Hegel, Marchiavelli
  • Contoh kini di negara Iran, Paraguay, Nigeria

Teori Pers Liberal

  • Berkembang pada abad 17 – 18
  • Sebagai akibat dari timbulnya revolusi industri dan perubahan besar pemikiran2 masy di Barat
  • Manusia pada dasarnya mempunyai hak-hak secara alamiah utk mengejar kebenaran dan mengembangkan potensinya apabila diberikan iklim kebebasan menyatakan pendapat
  • Pers memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk membantu manusia dalam usahanya mencari kebenaran
  • Menurut paham liberalisme, manusia pada hakikatnya dilahirkan sebagai makhluk bebas yang dikendalikan oleh ratio dan akalnya
  • Kebahagiaan & kesejahteraan individu merupakan tujuan dari dari manusia, masyarakat dan negara
  • Kebebasan pers dianggap sebagai tolak ukur dari kebebasan yg dimiliki oleh setiap manusia
  • Tujuannya : membantu menemukan kebenaran, menginformasikan, menafsirkan dan menghibur
  • Penentuan sendiri editorial dan pemisahan antara negara dan pers
  • Media dikontrol oleh pemilik didalam pasar bebas
  • Dimiliki oleh swasta
  • Tokoh pelopor : Lock, Milton, Mill, Adam Smith
  • Contoh kini di negara AS, Jepang, Jerman

Teori Pers Otoriter vs Liberal

  • Pemikiran aliran-aliran otoriter ditentang oleh kelompok baru – yg dikenal dg aliran liberal – krn dianggap merugikan kelompok masy ataupun anggota kelompok
  • Aliran ini muncul sbg reaksi thdp kesewenang-wenangan yg diberlakukan terhadap sistem otoriter
  • John C.Merrill, didunia ini sesungguhnya hanya ada 2 sistem pers, yaitu otoriter dan liberal

Perkembangan selanjutnya

  • Sistem Liberal dianggap sebagai reaksi dari sistem otoriter
  • Sistem Komunis dan Pertanggung jawaban sosial, merupakan reaksi dr sistem liberal yg dianggap terlalu banyak memberikan kebebasan kepada individu, sehingga (dianggap) lebih leluasa memberikan kritik kepada rezim yg berkuasa

Teori Pers Komunis

  • Berkembang dari awal abad 20, sebagai akibat dari sistem komunis di Uni Soviet
  • Media massa merupakan alat pemerintah (partai) dan bagian integral dari negara
  • Media massa harus tunduk pada perintah dan kontrol pemerintah atau partai
  • Fungsi pers komunis sbg alat untuk melakukan indoktrinasi massa atau pendidikan / bimbingan massa à propaganda
  • Tunduknya media massa pada partai komunis membawa arti yang lebih mendalam, yaitu sebagai alat dari partai komunis yang berkuasa
  • Kritik diijinkan dalam media massa, asalkan bukan melakukan kritik terhadap dasar ideologi
  • Tunduknya pers secara total kepada partai komunis ini membawa konsekwensi bahwa kebebasannya dibatasi untuk menerbitkan berita-berita atau pandangan-pandangan sendiri
  • Tujuannya : mendukung sistem pemerintahan komunis
  • Media tidak boleh mengkritik tujuan dan kebijakan partai
  • Media dikontrol oleh pemerintah komunis
  • Dimiliki oleh “rakyat”
  • Tokoh pelopor : Lenin, Marx, Stalin, Mao, Castro, Gorbachov
  • Contoh kini di negara Uni Soviet, RRC, Kuba

Teori Tanggung Jawab Sosial

  • Muncul pada permulaan abad ke-20, sbg protes terhadap kebebasan mutlat dari teori libertarian yang mengakibatkan kemerosotan moral pada masyarakat
  • Para ahli pikir ini berpendapat bahwa terhadap kebebasan yang telah dinikmati oleh pers di Amerika Serikat selama 2 abad lebih haruslah diadakan pembatasan-pembatasan atas dasar moral dan etika
  • Theodore Paterson ; mendasarkan pandangannya kepada suatu prinsip bahwa “kebebasan pers harus disertai dg kewajiban2, dan pers memiliki kewajiban utk bertanggung jwb pd masy”
  • Pers harus bertindak dan melakukan tugasnya sesuai dengan standart hukum tertentu
  • Tujuannya : menginformasikan, mendidik, membantu memajukan masy
  • Pers terbuka dan ada tanggung jwb sos
  • Media dikontrol oleh pendapat rakyat & tindakan konsumen, serta ada kode etik, dewan pers dll
  • Dimiliki oleh swasta, ada kemungkinan campur tangan pemerintah
  • Tokoh pelopor : praktisi – dalam proses
  • Contoh kini di negara Indonesia

Teori tanggungjawab sosial lahir karena beberapa hal, antara lain :

  • Revolusi teknologi dan industri yg mengakibatkan perubahan cara hidup manusia (American) dan hakikat pers itu sendiri
  • Adanya kritik tajam yg ditujukan kepada pers krn media massa makin berkembang, baik ukuran maupun isinya yg kadang2 dianggap sbg ancaman terselubung bagi kebijaksanaan peraturan yg dikeluarkan pemerintah
  • Adanya perkembangan profesi (spirit professi) dimana jurnalisme telah memukau pemikiran dan pendidikan manusia

Perkembangan teknologi melatarbelakangi teori tanggungjawab sosial

  • Teknologi menimbulkan lahirnya media massa yg dpt menjangkau khalayak yg lbh luas, cepat dan efisien
  • Industrialisasi disusul dg tumbuhnya iklan-iklan yg mensupport media cetak dan media elektronik
  • Urbanisasi mengakibatkan sirkulasi surat kabar lebih luas
  • Kemajuan pendidikan memperluas produk pemasaran pers, dan pers ada dimana-mana

Perkembangan Kritik thdp Pers Libertarian berupa tuduhan, bahwa :

  • Pers telah menggunakan kekuatannya yg mahabesar untuk mencapai tujuannya sendiri
  • Pers tunduk pada penguasa-penguasa besar, membiarkan para pemasang iklan mengontrol kebijaksanaan editorial dan isinya
  • Pers merintangi perubahan sosial
  • Pers sering menarik perhatian masy dg menyajikan berita2 yg bersifat sensasi
  • Pers membahayakan moral masy
  • Pers telah melanggar hak-hak individu
  • Pers dikontrol oleh suatu kelas sosio-ekonomi, khususnya “kelas pengusaha” sehingga jalan masuk ke bidang usaha ini tertutup bagi pendatang baru
  • Kritik-kritik tsb jg berlaku bagi majalah2 dan buku2 terutama yg berkenaan dg pornografi & penggambaran yg mendorong generasi muda melakukan tindakan kriminal

Teori Tanggung Jawab Sosial vs Teori Libertarian

  • Melayani sistem politik dg penyajian informasi, diskusi dan perdebatan thdp peristiwa-peristiwa yg terjadi di dlm masy
  • Memberi penerangan kpd masy sehingga mereka mampu mengatur diri sendiri
  • Melindungi hak2 individu dr campur tangan pemerintah dg berlaku sbg a watch dog
  • Melayani sistem ekonomi à media iklan
  • Memberi hiburan
  • Mengatur keuangan sendiri agar mampu membiayai keperluan sendiri shg dpt bebas dr tekanan2 kelompok kepentingan khusus
About these ads

1 Comment

  1. yuyun said,

    May 11, 2012 at 5:33 pm

    bagus aku minta yaaaa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: